WARTASUBANG.COM, SUBANG – Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah memperkuat kompetensi dan sinergi para guru ngaji melalui kegiatan Silaturahim Guru Ngaji yang diikuti 201 guru ngaji dari tujuh desa dan kelurahan di Kabupaten Subang.
Kegiatan bertema “Menguatkan Kompetensi dan Ukhuwah Guru Ngaji untuk Mewujudkan Generasi Qurani” tersebut digelar di Aula Mubarok Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Sabtu (1/8/2026).
Peserta berasal dari Desa Kumpay, Tambakmekar, Bunihayu, Tambakan, Jalancagak, Kasomalang, serta wilayah Cipaku-Wanareja. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas guru ngaji, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membina masyarakat melalui pendidikan Al-Qur’an.
Silaturahim tersebut merupakan hasil sinergi Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, LAZ As-Syifa Peduli, dan Badan Wakaf As-Syifa sebagai bagian dari upaya memperkuat dakwah Al-Qur’an di tengah masyarakat. Selain menjadi ajang silaturahim, kegiatan juga diisi dengan penguatan kompetensi, pemaparan program pemberdayaan umat, sesi diskusi, dan tanya jawab.
Sekretaris Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, H. Budi Mulia, mengatakan guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia melalui pendidikan Al-Qur’an.
Karena itu, Yayasan As-Syifa berkomitmen terus menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru ngaji atas pengabdiannya dalam mendidik masyarakat. Apa yang dilakukan hari ini merupakan amal jariyah yang insyaallah akan terus mengalir pahalanya. Semoga Allah SWT mengangkat derajat para guru Al-Qur’an di sisi-Nya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Departemen Syiar dan Pembinaan, LAZ As-Syifa Peduli, serta Badan Wakaf As-Syifa yang telah bersinergi menyelenggarakan kegiatan sebagai bentuk pelayanan kepada umat.
Sementara itu, Direktur Direktorat Pembinaan Umat Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ustadz Wasis Samekto, S.Sos., menegaskan bahwa guru ngaji merupakan garda terdepan dalam membimbing masyarakat agar semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Semoga seluruh guru ngaji senantiasa diberikan sakinah, rahmat, dan kekuatan oleh Allah SWT dalam menjalankan amanah mulia membimbing umat menuju kehidupan yang lebih dekat dengan Al-Qur’an,” katanya.
Pada sesi penguatan materi, Manajer Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dr. H. Gozali, Lc., M.Pd., mengajak para guru ngaji untuk terus meningkatkan kesungguhan dalam berdakwah dan mengajarkan Al-Qur’an.
Ia mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya Surah Al-Ankabut ayat terakhir, Surah Maryam ayat 12, serta Surah Thaha ayat 1–2 sebagai motivasi agar para guru istiqamah dalam menjalankan amanah dakwah.
Menurutnya, kesungguhan dalam mengajarkan Al-Qur’an akan menghadirkan pertolongan, hikmah, dan keberkahan dari Allah SWT, sekaligus membuka jalan bagi meningkatnya kualitas dakwah dan kesejahteraan para pejuang Al-Qur’an.
Salah seorang peserta, Ust. Cepi Sutanto, S.Pd., S.Ag., Guru Ngaji Rumah Qur’an Yanhis, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Selain memperluas wawasan, kegiatan itu dinilai mampu mempererat hubungan antarguru ngaji dan menjadi sarana berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pembelajaran Al-Qur’an.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan materi yang lebih spesifik, seperti metode pembelajaran Al-Qur’an maupun penguatan sanad, sehingga kompetensi para guru ngaji semakin meningkat dan mampu menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah berharap sinergi antara Departemen Syiar dan Pembinaan, LAZ As-Syifa Peduli, Badan Wakaf As-Syifa, dan para guru ngaji terus terjalin melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan syiar Al-Qur’an semakin luas, kualitas pembinaan masyarakat semakin meningkat, serta lahir generasi Qurani yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.










