WARTASUBANG.COM, SUBANG – LAZ Assyifa Peduli Indonesia resmi memanfaatkan layanan e-Channel PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk sebagai kanal penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di Kantor BSI Cabang Subang, Jumat (10/7/2026).
Kerja sama itu menjadi langkah strategis kedua lembaga dalam menghadirkan layanan penghimpunan ZIS yang lebih mudah, aman, dan terpercaya melalui ekosistem digital perbankan syariah.
Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh perwakilan PT Bank Syariah Indonesia Tbk Cabang Subang bersama Direktur LAZ Assyifa Peduli Indonesia.
Direktur LAZ Assyifa Peduli Indonesia, H. Kamsi, S.T., M.T., mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk dalam menunaikan ibadah zakat, infak, dan sedekah.
Karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan layanan yang mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa mengurangi nilai ibadah.
“Melalui e-Channel BSI, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah kapan saja dan di mana saja dengan proses yang mudah, cepat, aman, serta sesuai prinsip syariah,” ujarnya.
Menurut H. Kamsi, kemudahan layanan digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS sekaligus memperluas manfaat bagi para penerima manfaat di berbagai daerah.
Ia menjelaskan, melalui integrasi e-Channel BSI, para muzakki dan donatur tidak lagi harus datang ke kantor layanan untuk menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah.
Seluruh transaksi tercatat secara sistematis sehingga memberikan rasa aman, kemudahan, dan kenyamanan bagi para pengguna layanan.
Lebih lanjut, H. Kamsi menyampaikan bahwa optimalisasi penghimpunan dana ZIS melalui kanal digital akan memperkuat berbagai program pemberdayaan yang dijalankan LAZ Assyifa Peduli.
Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk mendukung program pendidikan dan beasiswa, tahfiz Al-Qur’an, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dakwah dan pembinaan umat, hingga program kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta bantuan internasional, termasuk bagi masyarakat Palestina.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga amil zakat dan lembaga keuangan syariah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem filantropi Islam yang semakin modern, profesional, dan inklusif.
“Kami meyakini sinergi ini akan memperluas akses masyarakat dalam berzakat sekaligus meningkatkan efektivitas penghimpunan dan pendayagunaan dana ZIS untuk kesejahteraan umat,” katanya.
H. Kamsi berharap kerja sama tersebut mampu meningkatkan jumlah masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui kanal digital, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.
“Dengan meningkatnya penghimpunan dana, semakin banyak program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Sebagai lembaga amil zakat nasional, LAZ Assyifa Peduli menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah masyarakat melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Seluruh dana yang dihimpun dicatat secara sistematis, diaudit secara berkala, serta disalurkan sesuai ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. Laporan penghimpunan dan pendayagunaan dana juga disampaikan secara berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
Melalui kerja sama ini, LAZ Assyifa Peduli berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan digital untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.










