WARTASUBANG.COM, SUBANG — Transformasi pendidikan nasional terus diperkuat melalui hadirnya Program Sekolah Garuda Transformasi yang diinisiasi pemerintah sebagai upaya mencetak generasi Indonesia berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
Program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis sains, teknologi, riset, dan kepemimpinan masa depan.
Program Sekolah Garuda hadir sebagai model pendidikan masa depan dengan mengusung kurikulum berbasis riset dan project based learning yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan sistem pendidikan internasional.
Penguatan kompetensi global juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi dunia, termasuk sertifikasi profesi bersama Google for Education dan Microsoft Imagine Academy.
Pendekatan pendidikan serupa dinilai telah lama diterapkan oleh As-Syifa Boarding School melalui sistem pembelajaran terpadu yang menyeimbangkan aspek akademik, riset, kepemimpinan, dan pembinaan karakter.
Dalam beberapa tahun terakhir, siswa-siswi As-Syifa Boarding School berhasil menorehkan berbagai prestasi di ajang olimpiade sains tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, alumni As-Syifa juga diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri, seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Mesir, Jerman, Belanda, Rusia, Korea Selatan, hingga China.
Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, lulusan As-Syifa juga dinilai memiliki karakter kuat, kemampuan kepemimpinan, wawasan global, serta pemahaman nilai-nilai keislaman yang baik.
Kombinasi penguasaan ilmu pengetahuan, kecakapan teknologi, dan pembinaan spiritual tersebut menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di tengah perkembangan globalisasi dan kecerdasan buatan.
Model pendidikan berbasis asrama yang diterapkan As-Syifa Boarding School juga dinilai mampu membentuk kultur belajar yang disiplin, mandiri, dan berorientasi pada kepemimpinan.
Selain fokus pada capaian akademik, sekolah tersebut menempatkan pembinaan akhlak, penguatan nilai keislaman, dan kemampuan global sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.
Direktur As-Syifa Boarding School, Abdurahim Casim, M.Pd., mengatakan pendidikan unggulan saat ini harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan fondasi nilai dan karakter.
“Alhamdulillah dengan ditetapkannya As-Syifa menjadi Sekolah Garuda, kita ingin sekolah masa depan bukan hanya tentang teknologi dan fasilitas modern. Yang lebih penting adalah bagaimana lembaga pendidikan mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki leadership, dan tetap kuat secara spiritual,” ujarnya.
Menurut Abdurahim, percepatan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan saat ini menuntut dunia pendidikan bergerak lebih adaptif. Namun demikian, pendidikan tetap harus menjadi ruang pembentukan moral dan kepribadian peserta didik.
“Penguasaan sains dan teknologi harus berjalan seiring dengan pembinaan iman, adab, dan kepedulian sosial. Di As-Syifa, kami ingin melahirkan generasi yang siap bersaing secara global, tetapi tetap memiliki identitas dan nilai keislaman yang kuat,” katanya.
Di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital, pendekatan pendidikan berbasis karakter dinilai semakin relevan. Banyak pihak menilai kualitas sumber daya manusia masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga integritas moral, kemampuan adaptasi, dan kecakapan sosial.
Karena itu, kehadiran Program Sekolah Garuda dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dengan sekolah-sekolah unggulan yang telah memiliki rekam jejak panjang dalam membangun pendidikan berkualitas.
As-Syifa Boarding School menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan modern dapat berjalan beriringan dengan nilai religius dan pembentukan karakter. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, model pendidikan seperti ini diyakini akan semakin dibutuhkan dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan kemampuan memimpin. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang utuh,” tutur Abdurahim.










