Beranda / PEMERINTAHAN / Jelang Akhir Tahun, 92 Kilometer Jalan di Subang Siap Dilintasi

Jelang Akhir Tahun, 92 Kilometer Jalan di Subang Siap Dilintasi

Subang, Warta-Subang.com – Pemerintah Kabupaten Subang memastikan pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten sepanjang 92 kilometer akan rampung dan siap dilintasi pada akhir tahun ini.

Proyek tersebut menjadi salah satu program prioritas Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dalam meningkatkan kualitas infrastruktur daerah.

Kepastian itu disampaikan Bupati usai menghadiri puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kabupaten Subang di Bale Dahana, Jumat (22/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa progres pekerjaan berjalan sesuai target.

“Target infrastruktur kita tahun ini adalah perbaikan 92 kilometer jalan dengan total anggaran sekitar Rp230 miliar. Insyaallah selesai bulan Desember. Kami optimis karena pekerjaan dikerjakan serentak menggunakan beton yang bisa kering dan dilewati dalam 14 hari,” ujar Kang Rey.

Prioritaskan Puskesmas dan Layanan Kesehatan

Dalam agenda tersebut, Bupati juga menyampaikan pesan bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Subang.

Ia menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan, terutama di puskesmas, menjadi prioritas utama.

“Kita menargetkan puskesmas mampu menangani hingga 144 jenis penyakit. Saya berharap seluruh nakes terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga kesehatan jasmani dan mental sebagai modal untuk produktivitas.

Tepis Narasi ‘Subang Gelap’

Bupati turut menanggapi narasi yang beredar bahwa “Subang sedang gelap”. Ia membantah keras anggapan tersebut dan menilai pernyataan itu tidak berdasar.

“Saya bingung yang disebut gelap itu apa. Apakah ketika saya memperbaiki jalan sepanjang 92 kilometer? Ketika ruang kelas yang rusak diperbaiki? Atau ketika saya menaikkan honor petugas kebersihan?” tegasnya.

Menurutnya, narasi tersebut muncul karena kebijakan pemotongan anggaran hibah yang dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

“Mungkin bagi mereka gelap karena dana hibahnya saya pangkas. Atau TGR BPK yang terus saya kejar. Berat bagi mereka yang usahanya berdiri di atas tanah Pemda tapi tidak bayar,” ujarnya.

Didukung KPK untuk Penataan Anggaran Hibah

Bupati juga mengungkapkan hasil koordinasinya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menyebut KPK mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Subang dalam memangkas anggaran hibah untuk dialokasikan pada proyek prioritas.

“KPK menyampaikan bahwa anggaran hibah adalah titik paling rawan praktik korupsi. Makanya saya alihkan untuk jalan,” jelasnya.

Tak Ada Praktik Bagi-Bagi Jabatan

Ia menepis isu yang menuding adanya praktik bagi-bagi jabatan atau proyek di lingkup pemerintahannya.

“Saya tidak punya beban kepada siapa pun. ASN bisa ditanya, apakah pernah saya meminta uang? Jangankan ratusan juta, lima ratus ribu pun tidak,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Kang Rey menyampaikan bahwa pemerintahannya berkomitmen pada transparansi dan pelayanan publik.

“Prinsip Kabupaten Subang hari ini adalah keterbukaan. Saya ingin Subang cerah,” pungkasnya. (Rls)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *