Beranda / PERTANIAN / Gerakan Basmi Tikus Digelar di Cijere Hilir dan Cijere Girang, Petani Kompak Lindungi Lahan Pertanian

Gerakan Basmi Tikus Digelar di Cijere Hilir dan Cijere Girang, Petani Kompak Lindungi Lahan Pertanian

WARTA-SUBANG.COM, SUBANG – Gerakan basmi tikus digelar secara serentak di Kampung Cijere Hilir, Desa Tenjolaya, dan Kampung Cijere Girang, Desa Sukamelang, Kecamatan Kasomalang, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan para petani, kelompok tani, serta unsur UPTD pertanian setempat sebagai upaya menekan serangan hama tikus yang mengancam tanaman padi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Gapoktan Desa Sukamelang, Sony Sonip, Ketua Gapoktan Desa Tenjolaya, Ali Abdul Jalil, Kepala UPTD Pertanian Wilayah Kasomalang, Sobur Alamsyah, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Illa Karmilla, serta tim penyuluh pertanian Kecamatan Kasomalang.

Gerakan ini dilakukan secara gotong royong dengan metode pengasapan lubang tikus, pemasangan perangkap, serta penutupan sarang aktif di area persawahan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengendalian hama secara terpadu guna mencegah kerugian hasil panen.

Ketua Gapoktan Desa Sukamelang, Sony Sonip, mengatakan serangan hama tikus dalam beberapa pekan terakhir mulai meresahkan petani karena berpotensi menurunkan produktivitas tanaman.

“Kami bergerak bersama agar populasi tikus dapat ditekan. Jika tidak dikendalikan sejak dini, dampaknya bisa signifikan terhadap hasil panen petani,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Gapoktan Desa Tenjolaya, Ali Abdul Jalil, menegaskan pentingnya kekompakan antarpetani dalam menghadapi serangan hama.

“Gerakan ini harus serentak dan berkelanjutan. Kalau hanya satu petak sawah yang dibasmi, tikus akan berpindah ke lahan lainnya,” katanya.

Kepala UPTD Pertanian Wilayah Kasomalang, Sobur Alamsyah, mengapresiasi inisiatif para petani yang proaktif menjaga lahannya.

Ia menyebutkan bahwa pengendalian hama tikus merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah.

“Pengendalian organisme pengganggu tanaman harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan semua unsur. Kami dari UPTD siap mendampingi dan memberikan arahan teknis,” tuturnya.

Petugas POPT, Illa Karmilla, menambahkan bahwa pengendalian hama tikus idealnya dilakukan sebelum masa generatif tanaman padi agar kerusakan tidak semakin meluas.

“Kami mendorong petani untuk rutin melakukan pengamatan lapangan dan segera melapor apabila ditemukan peningkatan populasi hama,” ujarnya.

Sementara itu, tim penyuluh pertanian Kecamatan Kasomalang memberikan sejumlah masukan teknis kepada petani.

Di antaranya, pentingnya sanitasi lahan, pembersihan gulma di pematang sawah, serta pengaturan pola tanam serempak untuk memutus siklus perkembangbiakan tikus.

Penyuluh juga mengingatkan agar penggunaan bahan kimia dilakukan secara bijak dan sesuai anjuran, guna menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

“Pengendalian harus mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kolaborasi petani menjadi kunci keberhasilan,” tegas salah satu perwakilan penyuluh.

Dengan adanya gerakan basmi tikus ini, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Tenjolaya dan Desa Sukamelang tetap terjaga serta mampu mendukung stabilitas pangan di wilayah Kecamatan Kasomalang.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk melaksanakan gerakan serupa secara berkala sebagai langkah preventif pada musim tanam berikutnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *