SUBANG, WARTA-SUBANG.COM — Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi bahan peledak PT Dahana di Subang, Jawa Barat, Jumat (28/11/2025).
Kunjungan strategis ini dipimpin Kepala Staf Korpasgat, Marsda TNI Anis Nurwahyudi, dan disambut langsung oleh Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan.
Dalam kesempatan tersebut, Hary Irmawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Korpasgat yang meninjau langsung fasilitas Energetic Material Center (EMC), pusat produksi bahan peledak terintegrasi milik PT Dahana.
Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista) melalui inovasi dan pengembangan produk dalam negeri.
“Sebagai anggota DEFEND ID, kami percaya kunjungan ini dapat memperdalam pemahaman terhadap kebutuhan Korpasgat serta memperkuat kerja sama di bidang pertahanan. Kami berharap dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk menghasilkan produk yang semakin relevan dengan kebutuhan operasi,” ujar Hary.
Hary juga menuturkan bahwa hubungan PT Dahana dengan matra udara memiliki sejarah panjang. Cikal bakal perusahaan bermula dari “Proyek Menang” AURI, yang kemudian berkembang menjadi industri bahan peledak nasional.
Seiring perkembangan teknologi, PT Dahana kini memproduksi berbagai produk pertahanan, termasuk Bom P-Series untuk pesawat tempur Sukhoi dan pengembangan Bom BNT 250 berstandar NATO.
Menurut Hary, fasilitas EMC menjadikan Dahana sebagai bagian penting dalam ekosistem pertahanan nasional.
Dengan kemampuan produksi energetic material yang terintegrasi, Dahana siap memenuhi kebutuhan TNI, khususnya TNI AU, dalam penyediaan bahan peledak berkualitas tinggi.
Sementara itu, Kepala Staf Korpasgat, Marsda TNI Anis Nurwahyudi, menyampaikan apresiasi atas sambutan PT Dahana.
Ia menekankan pentingnya kemandirian industri dalam negeri untuk mendukung kesiapan pasukan di lapangan.
“Fasilitas yang dimiliki PT Dahana memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan industri nasional dalam mendukung kebutuhan pertahanan. Kami berharap komunikasi dan penjajakan yang dilakukan hari ini dapat terus berkembang secara positif,” ujarnya.
Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi dan peninjauan langsung sejumlah fasilitas produksi. Baik Korpasgat maupun PT Dahana menyatakan komitmen untuk melanjutkan kerja sama yang lebih erat dalam rangka memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.










